BANDAR LAMPUNG : Sebuah pangkalan gas LPG di Jalan Sultan Agung Gang Sutan Takdir, RT 07 LK II, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, terbakar pada Jumat (20/2/2026) malam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyampaikan laporan diterima pukul 22.56 WIB, dan unit pertama tiba di lokasi pukul 23.00 WIB dengan waktu tanggap sekitar empat menit.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dengan total 39 personel. Pemadaman berhasil diselesaikan pukul 00.50 WIB, Sabtu (21/2/2026) dini hari, menggunakan 17 tangki air. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari termis luar bangunan, yang kemudian cepat merambat hingga menghanguskan seluruh bangunan permanen seluas sekitar 400 meter persegi. Bangunan diketahui milik Atta (50), sementara pangkalan LPG dimiliki Diny Saidah (55) dan dikelola Indriantoro (50).
Akibat peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta untuk pemilik bangunan dan Rp40 juta untuk pengelola pangkalan. Tiga warga berhasil diselamatkan, yakni Lin (50), Diny Saidah (55), dan Lulu Ambiya (26), mahasiswi Universitas Lampung jurusan Biologi. Namun, seorang korban bernama Iqbal Maulana (24) mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Moeloek. Beberapa aset berhasil diselamatkan, termasuk satu unit truk Mitsubishi Fuso pengangkut gas, satu sepeda motor Honda Beat Deluxe, serta emas seberat 25 gram senilai Rp68 juta.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah korsleting, terutama pada bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti LPG. ()
Damkar Bandar Lampung Padamkan Kebakaran Pangkalan LPG, Satu Korban Dirawat Intensif
BANDAR LAMPUNG|Pojokdesa.co.id : Sebuah pangkalan gas LPG di Jalan Sultan Agung Gang Sutan Takdir, RT 07 LK II, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, terbakar pada Jumat (20/2/2026) malam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyampaikan laporan diterima pukul 22.56 WIB, dan unit pertama tiba di lokasi pukul 23.00 WIB dengan waktu tanggap sekitar empat menit.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dengan total 39 personel. Pemadaman berhasil diselesaikan pukul 00.50 WIB, Sabtu (21/2/2026) dini hari, menggunakan 17 tangki air. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari termis luar bangunan, yang kemudian cepat merambat hingga menghanguskan seluruh bangunan permanen seluas sekitar 400 meter persegi. Bangunan diketahui milik Atta (50), sementara pangkalan LPG dimiliki Diny Saidah (55) dan dikelola Indriantoro (50).
Akibat peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta untuk pemilik bangunan dan Rp40 juta untuk pengelola pangkalan. Tiga warga berhasil diselamatkan, yakni Lin (50), Diny Saidah (55), dan Lulu Ambiya (26), mahasiswi Universitas Lampung jurusan Biologi. Namun, seorang korban bernama Iqbal Maulana (24) mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Moeloek. Beberapa aset berhasil diselamatkan, termasuk satu unit truk Mitsubishi Fuso pengangkut gas, satu sepeda motor Honda Beat Deluxe, serta emas seberat 25 gram senilai Rp68 juta.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah korsleting, terutama pada bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti LPG. ()













