UPT KIR Bandar Lampung Mulai Gunakan Sistem Full Cycle, Tingkatkan Efisiensi dan Akurasi Data
BANDAR LAMPUNG | Pojokdesa.co.id : Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIR Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung mulai menerapkan sistem aplikasi Full Cycle dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor.
Kepala UPT KIR Dishub Kota Bandar Lampung, Andi Irawan Koenang, mengatakan Kota Bandar Lampung menjadi salah satu daerah yang telah mengimplementasikan sistem digital tersebut.
Menurut Andi, aplikasi Full Cycle merupakan sistem digitalisasi terintegrasi yang dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk seluruh proses pengujian kendaraan bermotor (KIR) di Indonesia.
“Aplikasi Full Cycle merupakan sistem digitalisasi terintegrasi dari Kementerian Perhubungan untuk seluruh proses pengujian kendaraan bermotor di Indonesia. Sistem ini mencakup pendataan, pengujian hingga penerbitan dokumen secara digital yang terpusat guna menjamin akurasi data dan efisiensi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi pelayanan, serta akurasi data kendaraan melalui integrasi sistem yang lebih menyeluruh. Dalam operasionalnya, aplikasi Full Cycle menghubungkan sejumlah sistem, seperti BLUe Core, SIM PKB Lokal, BLUe CMS, serta SIM PKB Hybrid yang terintegrasi dengan server pusat.
Selain itu, sistem tersebut juga mencakup proses validasi Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dengan database Vehicle Type Approval (VTA), termasuk pengolahan data kendaraan numpang uji maupun mutasi kendaraan antar daerah.
“Tujuannya untuk memudahkan pemeriksaan kendaraan atau ramp check sekaligus mengurangi potensi manipulasi hasil uji KIR,” jelasnya.
Meski demikian, Andi mengakui pada tahap awal penerapan sistem pihaknya sempat mengalami kendala teknis, terutama dalam proses pencetakan hasil uji kendaraan.
“Di tahap awal memang sempat ada kendala pada pencetakan hasil uji. Karena programnya baru dan datanya lebih detail, perlu ada penyesuaian,” katanya. Ia menambahkan hambatan tersebut terjadi karena proses sinkronisasi serta penyesuaian data kendaraan yang kini lebih rinci dibanding sistem sebelumnya. Namun seiring berjalannya waktu, petugas mulai beradaptasi dan sistem dapat digunakan dengan lebih lancar.
“Kebetulan Kota Bandar Lampung sudah masuk dalam penerapan sistem ini. Awalnya pencetakan hasil uji agak terhambat, tapi sekarang sudah mulai menyesuaikan,” ujarnya.
Andi memastikan kendala teknis di awal penerapan tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan uji kendaraan tetap berjalan dan masyarakat tetap dapat mengakses layanan sebagaimana mestinya.
Penerapan sistem Full Cycle ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data kendaraan sekaligus memperkuat pengawasan dan transparansi layanan uji KIR di Kota Bandar Lampung.(Sabri.AH)













