Pemkot Bandar Lampung: Angkot Masih Jalani Uji Coba, Belum Ada Trayek Baru
BANDAR LAMPUNG | Pojokdesa.co.id : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung memastikan belum ada penambahan transportasi maupun trayek baru bagi angkutan kota (angkot) di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan saat ini Dishub masih memberikan kesempatan uji coba trayek bagi angkot yang beroperasi. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali angkutan kota yang jumlah operasionalnya terus menurun.
“Untuk sementara kami masih memberikan uji coba trayek bagi angkot yang ada. Belum ada penambahan trayek baru,” ujar Socrat, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, Dishub Kota Bandar Lampung juga terus berkoordinasi dengan para pemilik dan pengemudi angkot agar kembali mengoperasikan armadanya.
Namun, para pemilik kendaraan masih menghadapi kendala terkait persyaratan pembaruan armada, yakni kendaraan yang digunakan harus dengan tahun produksi yang lebih baru. “Salah satu syaratnya kendaraan harus tahun yang lebih baru. Sementara yang ada sekarang ini kebanyakan kendaraan lama. Kami sudah informasikan, tapi para pemilik masih belum mau atau belum berani memperbarui kendaraannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran utama para pemilik angkot adalah ketidakmampuan mencicil kendaraan baru jika pendapatan operasional belum stabil.
Karena itu, Dishub untuk sementara masih mengizinkan angkot lama beroperasi dalam tahap uji coba trayek agar pemilik kendaraan dapat melihat potensi penumpang di lapangan.
“Kami perintahkan dan koordinir mereka untuk coba pakai angkot yang lama dulu. Kita uji coba. Kalau memang penumpangnya masuk dan prospeknya bagus, silakan perbarui angkotnya,” katanya. Berdasarkan data sementara dari koordinasi dengan organisasi angkutan, jumlah angkot yang saat ini beroperasi diperkirakan sekitar 80 unit. Namun angka tersebut masih akan dikonfirmasi kembali.
Sementara untuk trayek, angkot masih melayani rute lama seperti Rajabasa–Tanjung Karang, Way Halim–Tanjung Karang, Tanjung Karang–Panjang, Tanjung Karang–Kemiling, serta beberapa trayek dalam kota lainnya.
Socrat menegaskan, meski pemerintah ingin kembali menghidupkan transportasi angkot, peremajaan armada tetap perlu dilakukan secara bertahap demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Di satu sisi kita ingin menghidupkan angkutan kota. Tapi di sisi lain mereka tetap harus memenuhi syarat demi keamanan dan kenyamanan pengguna,” pungkasnya. (Sabri.AH)













