Tulang Bawang | Pojokdesa.co.id : Puluhan orang tua Murid lulusan dari SDN 1 Tri Tunggal Jaya berkumpul di Balai Desa Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung pada selasa (4/7/2023). Mereka merasa kecewa lantaran anak mereka tidak diterima di SMPN 2 Banjar Agung.
Orang tua murid tersebut mempertanyakan mengapa anak mereka tidak lulus. Sedangkan apabila mengacu pada zonasi, jarak antara rumah dan sekolah terbilang cukup dekat. “Rumah kami dengan sekolah dekat pak, paling jauh 1,8 Km, tapi kenapa anak kami tidak diterima. Kami orang susah pak, kalau anak kami sekolahnya jauh atau masuk sekolah swasta, kami gak punya biaya,” ujar salah satu orang tua siswa.
Setelah tim redaksi melakukan konfirmasi di ruang kerjanya, Kepala SMPN 2 Banjar Agung, ibu Yenny Sofyan, S.T, MPd, menyampaikan “tahun ini pendaftar jauh lebih banyak dari tahun kemarin sebanyak 277 siswa, sedangkan yang dapat di terima hanya 216 siswa. Hal itu lantaran keterbatasan ruang kelas dan tenaga pengajar.”
“Adapun seleksi melalui jalur Zonasi sebanyak 50%, Afirmasi 15%, Mutasi orang tua 5%, dan Prestasi 30%. Untuk jalur zonasi, jarak antara rumah ke sekolah maksimal 1,373 km. Sehingga tidak semua Peserta Didik Baru (PDB) asal Desa Tri Tunggal Jaya dapat tercover oleh SMPN 2 Banjar Agung.” Ujarnya
Beliau juga menyampaikan untuk mengantisipasi siswa siswi yang tidak di terima di SMPN 2 Banjar Agung, maka pihak sekolah sudah menghubungi sekolah – sekolah sekitar, mereka bersedia dan antusias untuk menerima siswa siswi yang tidak lolos di SMPN 2 Banjar Agung.
Saat dihubungi melalui telepon Firdaus, SE, selaku Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang mengatakan “untuk seleksi PPDB sepenuhnya kewenangan pihak sekolah, Dinas Pendidikan hanya mengeluarkan Petunjuk teknis (Juknis) sebagai acuan.” Terangnya. (Red)













